TuHaN tOLoNg~dErBy RoMeRo

ku rasa getaran cinta
di setiap tatapan matanya
andai ku coba tuk berpaling
akankah sanggup ku hadapi kenyataan ini

reff:
oh tuhan tolonglah aku
jangan lah kau biarkan diriku
jatuh cinta kepadanya

sebab andai itu terjadi
akan ada hati yang terluka
tuhan tolong diriku

walaupun terasa indah
andaikan ku dapat juga dirinya
namun ku harus tetap bertahan
menjaga cinta yang tlah lebih dulu ku jalani

repeat reff

sebab andai itu terjadi
akan ada hati yang terluka
tuhan tolong diriku

repeat reff

tuhan tolong diriku

sebab andai itu terjadi
akan ada hati yang terluka
tuhan tolong diriku

Leave a comment »

uNgU~TerCipTa UnTuKq

menatap indahnya senyuman diwajahmu
membuat ku terdiam dan terpaku
mengerti akan hadirnya cinta terindah
saat kau peluk mesra tubuhku

banyak kata
yang tak mampu kuungkapkan
kepada dirimu

reff:
aku ingin engkau slalu
hadir dan temani aku
disetiap langkah
yang meyakiniku
kau tercipta untukku
sepanjang hidupku

aku ingin engkau slalu
hadir dan temani aku
disetiap langkah
yang meyakiniku
kau tercipta untukku
meski waktu akan mampu
memanggil seluruh ragaku
ku ingin kau tau
kuslalu milikmu
yang mencintaimu
sepanjang hidupku

aku ingin engkau slalu
hadir dan temani aku
disetiap langkah
yang meyakiniku
kau tercipta untukku
meski waktu akan mampu
memanggil seluruh ragaku
ku ingin kau tau
kuslalu milikmu
yang mencintaimu

Leave a comment »

D’MaSiV~MeRiNdUkAn mU

D’Masiv

Saat aku tertawa diatas semua
Saat aku menangisi kesedihanku
Aku ingin engkau selalu ada
Aku ingin engkau aku kenang

Selama aku masih bisa bernafas
Masih sanggup berjalan kukan slalu memujamu
Meski ku tak tahu lagi engkau ada dimana
Dengarkan aku kumerindukanmu

Saat aku mencoba merubah segalanya
Saat aku meratapi kekalahanku
Aku ingin engkau selalu ada
Aku ingin engkau aku kenang

[Reff:]
Selama aku masih bisa bernafas
Masih sanggup berjalan kukan slalu memujamu
Meski ku tak tahu lagi engkau ada dimana
Dengarkan aku kumerindukanmu

Leave a comment »

RoSsA ft PaSHa UnGu

Artis (Band): Rossa, Pasha Ungu

Waktu bergulir
lambat merantai langkah perjalanan kita
Berjuta cerita terukir dalam
menjadi sebuah dilema

Mengertikah engkau
perasaanku tak terhapuskan?

Malam menangis
tetes embun membasahi mata hatiku
Hooh.. mencoba bertahan di atas puing-puing
cinta yang tlah rapuh

Apa yang ku genggam
tak mudah untuk aku lepaskan

Aku terlanjur cinta kepadamu
dan tlah kuberikan seluruh hatiku
tapi mengapa baru kini kau pertanyakan
cintaku

Aku pun tak mengerti yang terjadi
Apa salah dan kurang ku padamu
Kini terlambat sudah untuk dipersalahkan
karna sekali cinta, aku tetap cintaa….

~{}~

Mencoba bertahan di atas puing-puing
cinta yang tlah rapuh

Apa yang ku genggam
tak mudah untuk aku lepaskan

Aku terlanjur cinta kepadamu
dan tlah kuberikan seluruh hatiku
Tapi mengapa baru kini kau pertanyakan
Kau pertanyakan cintaku Ooo…

Kini terlambat sudah untuk dipersalahkan
karna sekali cinta..

karna sekali cinta.. aku tetap cinta

Leave a comment »

sAaT LDKO d’MTS

D’SaAt nY LaH Q BzA MrAsA kN Yg NmA’a SbUaH oRgAnIsAsI,….!

yG d’Mna Q BzA m’nGELUaR’N pN’dPaT, mM’PErKuAt MenTaL q, Y PkK’A sRu dWeh,…..

YaNg D’MArAh2′n Ma SeNiOr, MaIn LumPuR, tRz SuSah BaReng2,SeNeNG bReNG2,…..

SeRu DwEh PkOk’a,………

Leave a comment »

ULTAH K’9

ULTAH

D’ULTAH Q yG K’9 Ny,…….

yG pLIng SerU,……..

& dAnDaNan Q tu Loch,

Yng g’ bAkAl q LpAIN,….yANG rAmBUt Q d’krIWIL2′N GtHu dweh…!!

Tu TanTe Q loh Yang DaNdANin,…

LuChU yAcH……..???(HE_he)

Leave a comment »

BaGaIkAn BiNtAnG

BINTANG

jDlaH sPrTi BinTang,….

Yg sLlu m’MaNcArKaN cHyA’a,….

Dlm KoNdIsi aPaPuN.

_JgN SpT bLaN & MaTaHari,……

Yg HnyA m’ManCarKan cHya Pda SaaT yG tR’TnTu.

 

dMiKiAn Jg DgN cInTa Mu,…….

HnDaKnYa SMa SpeRtI bInTang,……

YanG sLlu m’NyINARI wJaH k’kSiH Mu ,…

dGn cHyA CiNta yNg Taq PerNaH rEdup,……

WlaU Hnya hnYA s’DeTik PuN.

Leave a comment »

oH bInTaNg Q”

BINTANG 2

KU TATAP AWAN YANG BERARAK PELAN
SANG SURYA SEMBUNYI DIBALEK BUMI
BULAN BINTANG
PANCARKAN CAHAYANYA YANG TEMARAM
DIANTARA TABURAN BINTANG YANG REDUP
TAK KU TEMUKAN SINAR TERANG BINTANGKU
OH….BINTANGKU
TAK TAHUKAH AKU SANGAT MEMBUTUHKAN SINARMU
DIKALA KUSEPI
DIKALA KU SENDIRI
OH ……BINTANGKU
TAK DENGARKAH
GETAR DAWAI CINTAKU
ALUNKAN KIDUNG KERINDUAN
OH …..BINTANGKU
SAMPAI KAPAN KU MENANTI
BIAS KASIHMU
MEMBELAI SUKMA YANG MERANA

From: “TRI ULAN TAIPEI CITY”

Leave a comment »

sHaBaT q”

sahabatku………
seberat apapun masalahmu
sekelam apapun beban hidupmu
jangan pernah berlari darinya
ataupun bersembunyi
agar kau tak akan bertemu dengannya
atau agar kau bisa menghindar darinya
karena sahabat…..
seberapa jauhpun kau berlari
dan sedalam apapun kau bersembunyi
dia pasti akan menemuimu
dalam sebuah episode kehidupanmu
sahabatku……
alangkah indahnya bila kau temui ia dengan dada yang lapang
persilahkan ia masuk dalam bersihnya rumah hati
dan mengkilapnya lantai nuranimu
hadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi
ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran
ditambah sedikit penganan keteguhan
sahabat…….
dengan begitu
sepulangnya ia dari rumahmu
akan kau dapati
dirimu menjadi sosok yang tegar
dalam semua keadaan
dan kau pun akan mampu dan lebih berani
untuk melewati lagi deraan kehidupan
dan yakinlah sahabat……..
kaupun akan semakin bisa bertahan
kala badai cobaan itu menghantam

sumber : anonim

Leave a comment »

PnDdKaN aGmA iSlAM

Perlu Keterpaduan dalam Pendidikan Agama Islam

E-mail Cetak

Penilaian Pengunjung: / 25
TerjelekTerbaik 

BANYAK yang berkomentar bahwa sistem pembelajaran mata pelajaran PAI (Pendidikan Agama Islam) berbeda dengan mata pelajaran lainnya. Sebagian menganggap lebih rumit. Karena output- nya adalah perbaikan dan peningkatan ibadah, akhlak dan pengetahuan siswa terhadap pengetahuan ke-Islaman.
Kendati begitu, jika hanya mengandalkan jumlah jam pertemuan di kelas, sangat mustahil mampu mewujudkan hasil pembelajaran yang baik. Walau bagaimanapun, mata pelajaran PAI merupakan penyeimbang mata pelajaran lain dalam rangka membentuk karakter anak didik. Terutama untuk memberikan pengaruh positif bagi anak didik dalam beramal sholih, berakhlak mulia dan bersopan santun sesuai dengan ajaran Islam.
Namun permasalahannya, apakah cita-cita agung itu bisa diraih dengan hanya memberikan 2 jam pelajaran di setiap pekan ? Untuk menjawabnya, sebaiknya kita melihat kembali bagaimana karakter seseorang itu bisa dibentuk. Rasulullah SAW menggambarkan seorang anak bagaikan secarik kertas yang bersih tanpa tulisan apapun. Orangtuanya lah yang akan menentukan, apakah ketika anak dewasa itu menjadi yahudi atau majusi. Bahkan menjadi pribadi muslim yang sempurna atau tidak.
Bukti teori pendidikan sudah digulirkan oleh Rasulullah SAW, jauh sebelum para ahli pendidikan berbicara masalah pendidikan anak. Dalam hal ini, penulis memahami bahwa yang dimaksud dengan orang tua di sini mempunyai 3 aspek. Orangtua yang melahirkan dan merawat si anak dalam hal ini ayah dan ibu; orang tua yang memberikan pengajaran di lingkungan sekolah, yakni para guru dan ustadz; serta orang lain yang dianggap oleh anak sebagai contoh atau panutan di masyarakat atau dunia pergaulannya.
Sebenarnya, jika melihat realitas saat ini, sekolah belum melengkapi kebutuhan si anak didik. Terutama dalam rangka memberikan pembelajaran tentang karakter atau pribadi muslim yang sempurna. Apalagi hanya 2 jam pelajaran yang diberikan, tentu sangat kurang. Apalagi jika ada kendala teknis seperti mutu guru PAI yang kurang profesional dan cara penyampaian yang kurang efektif. Bisa dibilang, pembelajaran PAI dengan 2 jam pelajaran tidak ada pengaruhnya ke anak didik.
Karena itu, sekolah bisa menyiasati permasalahan ini dengan membuat sebuah sistem PAI terpadu. Yakni, guru me-manage pola asuh anak didik dengan sebaik-baiknya. Guru ikut memantau anak didik, tidak hanya di sekolah, tetapi di rumah dan di masyarakat. Aplikasi dari konsep ini, ketika guru ingin melihat bagaimana kebiasaan anak didik saat pagi hari. Begitu selesai salat subuh, guru bisa menelpon anak didik untuk dicek. Tidak perlu setiap hari. Jika perlu, jadikan program pekanan dengan agenda menelpon 5-8 anak setiap pekan. Sedangkan bentuk pemantauan di masyarakat, dengan membuka komunikasi pada orang tua anak didik. Dengan begitu, guru bisa mengetahui kebiasaan dan teman-teman bermain anak didik ketika di rumah.
Setelah mencoba memberikan perhatian ke anak didik, konsep keterpaduan selanjutnya adalah seorang guru harus mampu memberikan tampilan pembelajaran yang terbaik. Bukan hanya sebatas tampilan ketika di depan kelas, tetapi guru harus lihai menyusun materi pembelajaran yang aplikatif. Dalam hal ini seorang guru harus memahami bahwa semua ilmu adalah bersumber dari Allah SWT. Tidak ada dikotomi mata palajaran. Kalau perlu pada saat pelajaran PAI, guru harus mengembangkan ke ranah pelajaran umum, seperti halnya jika menjelaskan tafsir Surat Al-Mukminuun ayat ke 12-14 tentang bagaimana Allah menciptakan manusia.
Artinya guru PAI memang harus mampu mengembangkan atau minimal mengetahui bagaimana teori janin yang ada di kandungan, yang ada di ilmu kesehatan (biologi). Jika model pembelajaran seperti ini dapat dilaksanakan dengan sentuhan-sentuhan kreativitas pembelajaran. Hasilnya, anak didik akan mendapatkan masukan ilmu yang komprehensif dan terpadu antara ilmu agama (dalil Al-Quran) dan ilmu biologi (janin manusia).
Selanjutnya, keterpaduan yang penulis maksud dalam tulisan ini adalah sebuah kesamaan visi yang didukung oleh lembaga pendidikan dalam hal ini struktur sekolah dan setiap guru yang mengajar di lingkungan sekolah. Semua penyelenggara pendidikan harus mempunyai kesamaan tujuan dan cita-cita untuk memberikan pendidikan yang sempurna untuk anak didiknya. Kesempurnaan ini bisa dituangkan dalam program-program pendidikan yang merangsang perkembangan fikriyyah (pola pikir anak didik), ruhiyyah (kecerdasan spiritual) dan jasadiyyah (perkembangan fisik anak didik).
Syarat mutlak mewujudkan ke-terpaduan pendidikan ini adalah adanya lingkungan pendidikan yang kondusif. Setiap guru mampu menjadi teladan bagi anak didiknya. Walau bagaimanapun, anak didik akan sulit bersikap jujur (shiddiq), jika setiap hari melihat dan mendengar ber-bagai kebohongan yang ada di sekitarnya.
Demikian wacana konsep keterpaduan yang penulis tawarkan, semoga bisa menjadi referensi bagi aktivis pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik di negeri ini. Khususnya bagi para guru PAI, yang mempunyai tanggungjawab besar untuk memberikan panduan beragama Islam yang benar kepada anak didiknya. Wallahu a’lamu bi showab. (*/ida)

 

 

 

Leave a comment »